Ilustrasi televisi. (freepik/jcomp)
Setiap tahunnya pada tanggal 21 November diperingati sebagai Hari Televisi Sedunia. Penetapan tersebut sesuai dengan keputusan Majelis Umum PBB.
Berbeda dengan zaman dulu, kini sudah bukan hal yang aneh jika orang memiliki televisi, bahkan beberapa orang tidak bisa terlepas dari televisi.
Hal tersebut karena, televisi masih menjadi pilihan banyak orang sebagai media informasi dan hiburan yang interaktif. Namun taukah kamu televisi ternyata memiliki sejarah panjang lho. Seperti apa? Simak berikut ini ya.
Televisi pertama ditemukan pada tahun 1926 oleh John Logie Baird. Ia berhasil mentransmisikan gambar dari televisi di sebuah laboratorium di London. Penemuan inilah yang kemudian menjadi awal mulanya televisi di masa depan.
Di tahun 1940-an, televisi mulai mengambil alih perhatian masyarakat menggantikan radio. Ini karena televisi mampu memadukan suara dan gambar.
Di tahun 1967, hampir semua orang memiliki televisi. Kepopuleran televisi berwarna mulai mengalahkan televisi hitam putih. Pada tahun ini, siaran televisi berwarna pun terus bertambah. Di tahun ini juga, TVRI hadir sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia.
Di tahun 1990, pilihan televisi sudah sangat beragam dengan ukuran yang lebih besar.
Pada tahun 1997, televisi plasma mulai dipasarkan. Televisi ini memiliki bentuk yang ramping dengan kualitas gambar yang sangat baik. Saat itu, televisi model seperti ini sangat populer dengan harga yang mahal.
Tahun 2006, TV LED berbasis DLP HDTV pertama diproduksi. Teknologi DLP menggunakan cermin yang terbuat dari alumunium untuk memantulkan cahaya dan menghasilkan gambar.
Teknologi 3D dan teknologi layar cekung (TV Curve) bisa kamu temukan saat ini. Gambar yang dihasilkan pun sangat jernih dan tampak nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: