Lukisan mengenai gambaran perang Krimea. (Wikipedia/Franz Roubaud)
Perang Krimea atau crimean war adalah konflik yang terjadi antara Kekaisaran Rusia melawan aliansi pasukan Prancis, Inggris, Ottoman (Turki), dan Sardinia.
Perang ini pecah pada musim gugur 1853 dan berakhir pada Maret 1856.
Perang Krimea adalah konflik yang mengakibatkan banyak korban tewas dan memengaruhi tata peperangan dimasa depan.
Krimea sendiri merupakan nama dari semenanjung yang terletak di pantai selatan Ukraina.
Meski dinamai perang Krimea namun perang ini terjadi tidak hanya di sekitar Krimea tapi juga di luar wilayah itu seperti Semenanjung Balkan dan Laut Baltik.
Rusia sejak abad ke-16 hanyalah sebuah kerajaan kecil di Eropa Timur yang kemudian berhasil memperluas wilayahnya berkat ekspansi militer mereka.
Sehingga pada pertengahan abad ke-19 wilayah Rusia membentang dari Eropa Timur hingga ke Alaska.
Namun, meski memiliki wilayah yang luas Rusia tidak punya banyak pantai untuk aktivitas pelayaran besar. Saat musim dingin daerah pantai Rusia dipenuhi es dan tak dapat digunakan.
Salah satu daerah pantai Rusia yang airnya tidak membeku adalah Laut Hitam. Masalahnya kapal yang berangkat atau pergi dari Laut Hitam harus melewati Selat Bosphorus.
Sementara Selat Bosporus dikuasai oleh Kesultanan Ottoman, yang punya hubungan kurang baik dengan Rusia.
Dengan ambisinya Rusia ingin merebut wilayah Ottoman di Semenanjung Balkan agar dapat memiliki Selat Bosphorus.
Rusia meminta bantuan negara Eropa lainnya seperti Inggris, Perancis, dan Austria namun mereka menolak.
Inggris, Perancis serta Sardinia justru membantu Ottoman dengan mengirimkan pasukan mereka.
Tanggal 5 Oktober 1853, Ottoman menyatakan perang kepada Rusia sekaligus menandai dimulainya Perang Crimea secara resmi.
Banyak rangkaian peristiwa dan konflik lain saat berlangsungnya perang ini seperti Ottoman yang diminta mengakui Prancis sebagai "penguasa yang berdaulat" di Tanah Suci.
Laman History menuliskan Rusia akhirnya dipaksa menerima kekalahan dan mencari perdamaian pada Januari 1856.
Baca Juga : Kapal Perang Yamato yang Berakhir Tragis di Era Perang Dunia II
Rusia telah kehilangan 500.000 tentara, ekonominya hancur, dan industrinya tidak mampu memproduksi senjata modern.
Perang ini diakhiri dengan 'The Peace of Paris,' atau perdamaian paris yang ditandatangani pada 30 Maret 1856.
Perjanjian ini salah satunya membuat Laut Hitam sebagai wilayah netral dan tidak boleh dilalui oleh kapal perang.
Perang ini dikenal dengan nama berbeda di berbagai negara seperti Perang Oriental oleh Rusia dan Perang Rusia oleh Britania.
Perang Krimea terkadang dianggap sebagai konflik modern pertama yang memengaruhi peperangan pada masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: