Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 18 MEI 2020 • 17:57 WIB

Mengenal Soeman H.S, Penulis Buku Detektif Pertama di Indonesia

Mengenal Soeman H.S, Penulis Buku Detektif Pertama di IndonesiaMendiang Soeman Hs sebagai sastrawan pujangga baru pelopor kisah detektif di Indonesia. (Wikipedia/Yayasan Lontar).

Dengan adanya Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei kemarin, banyak fakta menarik mengenai perkembangan literasi di Tanah Air. Dari sekian fakta yang tersaji, salah satu yang menarik perhatian adalah fakta mengenai penulis bernama Soeman H.S.

Siapakah mendiang Soeman H.S?

Beliau digadang-gadang sebagai pelopor genre detektif di Indonesia di tengah menjamurnya kisah romansa di era zaman penjajahan Belanda. 

Melansir dari Wikipedia, Soeman Hs lahir di Bengkalis, Riau, 4 April 1904 silam. Awalnya ia sempat menjadi guru bahasa Melayu setelah menyelesaikan sekolah normal pada 1923. 

Seperti yang dituturkan oleh pemerhati sastra kriminal dan detektif masa lampau Agung Kristiawan dari Detectives ID, Soeman H.S merupakan salah satu sastrawan pujangga baru yang memulai menulis cerita detektif dan kriminal. Dimulai dari novel pertamanya pada 1929 silam. 

"Karya yang pertama itu 1929 dengan judul 'Kasih Tak Terlarai,' itu jenisnya caper story (cerita kriminal dari sudut penjahat). Sebenarnya yang dibilang detektif itu justru novel 'Mentjahari Pentjoeri Anak Perawan' dengan karakter yang bernama Sir Joon," ucap Agung yang dikenal dengan nama pena Agung Al Badamy kepada Indozone.

Dengan karya-karya tersebut, Soeman Hs tentu pantas dipanggil sebagai penulis cerita detektif pertama di Indonesia. Meski gayanya banyak diadaptasi cerita barat, namun ia memasukan adat ketimuran yang sangat kental dalam ceritanya.

Novel Soeman Hs 'Mentjahari Pentjoeri Anak Perawan' sebagai novel detektif pertama di Indonesia. (Instagram/@lapakbukudetektif)

"Kalau memang standar sebagai penulis awal cerita detektif ya bisa (disebut pelopor cerita detektif). Karena sebelumnya didominasi dengan cerita silat dan romance. Nah, Soeman H.S ini berbeda. Dia menulis cerita detektif, terus caper story. Jadi memang wajar bila ia disebut sebagai pelopor penulis cerita detektif di Indonesia," jelasnya. 

"Ciri khas di ceritanya itu unsur ketimuran. Tokoh penjahatnya masih sopan banget. Beda banget kalau kita baca novel barat penjahat khan ada umpatannya. Nah di sini nggak. Yang selanjutnya, ceritanya nggak jauh dari kisah percintaan," tambah Agung yang juga mengelola akun Lapak Buku Detektif di Instagram.

Soeman HS sendiri semasa hidupnya menyukai cerita detektif lantaran kisahnya yang unik membuat penasaran pembaca. Hal itu ia ungkap melalui video yang dibuat oleh Yayasan Lontar pada 1994 silam, sebelum ia wafat pada 1999 silam di usia 95 tahun.

"Saya tertarik kepada buku-buku detektif, karena kalau kita baca buku detektif itu, kita ingin mengetahui apa ujung ceritanya. Tapi belum dapat kita ketahui kalau kita belum tamat bacanya," ujar Soeman Hs dalam video tersebut.

Berikut karya-karya Soeman Hs.

Kasih Tak Terlarai (novel, 1929)
Pertjobaan Setia (novel, 1931)
Mentjahari Pentjoeri Anak Perawan (novel, 1932)
Kasih Tersesat (novel, 1932)
Teboesan Darah (novel, 1939)
Kawan Bergeloet (kumpulan cerita pendek; 1941)

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengenal Soeman H.S, Penulis Buku Detektif Pertama di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!