Voynich Manuscript (Sumber: Youtube/Nessie Judge)
INDOZONE.ID - Bayangin kalau kita nemu buku kuno tebal yang isinya tulisan aneh, gambar tanaman yang nggak pernah kamu lihat di mana pun, plus simbol-simbol yang bikin pusing. Nggak ada yang tahu siapa yang nulis, buat apa, atau pakai bahasa apa. Nah, buku itu beneran ada namanya Voynich Manuscript, dan sampai sekarang masih jadi salah satu misteri paling besar yang bikin penasaran banyak orang.
Kisahnya dimulai tahun 1912, ketika seorang penjual buku langka asal Polandia, Wilfrid Voynich, nemu naskah ini di Italia. Dari situlah nama Voynich Manuscript muncul.
Setelah diteliti pakai teknologi penanggalan karbon, ternyata buku ini dibuat antara tahun 1404 sampai 1438. Umurnya tua banget, tapi yang bikin heboh justru isinya. Tulisannya nggak bisa dibaca, bukan bahasa Latin, Yunani, Arab, atau bahasa kuno lain yang dikenal. Huruf-hurufnya teratur banget, kayak bahasa beneran, tapi nggak ada satu orang pun yang ngerti.
Baca juga: 6 Buku Kuno Terlangka dan Paling Misterius di Dunia yang Belum Terpecahkan
Voynich Manuscript isinya sekitar 240 halaman dengan gambar-gambar yang nggak kalah aneh. Ada ilustrasi tanaman yang kayak bukan dari bumi, diagram astrologi, sampai gambar perempuan mandi dalam cairan misterius. Beberapa peneliti curiga, jangan-jangan buku ini berkaitan dengan alkimia, astrologi, atau ilmu pengobatan kuno tapi itu cuma tebakan doang.
Seiring waktu, muncul berbagai teori buat menjelaskan asal-usul naskah ini:
Tapi, semua teori itu belum ada yang berhasil dibuktikan. Sampai sekarang, nggak ada ahli bahasa atau kriptografer yang berhasil nerjemahin isinya dengan pasti.
Selama lebih dari 100 tahun, berbagai pihak mulai dari ilmuwan, ahli kode, sampai badan intelijen kayak NSA dan CIA udah coba pecahin kodeVoynich. Hasilnya? Nol besar.
Beberapa analisis terbaru bilang pola tulisannya mirip bahasa alami, tapi kosakatanya nggak dikenal. Ada juga penelitian yang pakai AI dan machine learning, tapi hasilnya masih belum meyakinkan.
Baca juga: Buku Catatan Kematian Hunefer dari Peradaban Mesir Kuno
Sekarang, Voynich Manuscript disimpan dengan rapi di Beinecke Rare Book & Manuscript Library, Universitas Yale, AS.
Meski belum ada jawaban pastinya, buku ini terus bikin penasaran dari ilmuwan sampai pencinta teori konspirasi. Buat sebagian orang, naskah ini kayak pesan dari masa lalu yang belum waktunya terbuka. Buat yang lain, ini cuma lelucon kuno yang terlalu rumit. Tapi yang pasti, misterinya bikin buku ini terus dikenang.
Voynich Manuscript nggak cuma sekadar buku tua, dia jadi simbol rasa penasaran manusia, bukti bahwa masih banyak hal di dunia yang belum bisa dijelasin akal atau ilmu pengetahuan.
Selama belum ada yang bisa baca, misterinya bakal terus hidup ngajak kita buat nebak, neliti, dan nggak berhenti nanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Nessie Judge